Mengintip “Ketika Cinta Bertasbih 2” dari Indonesia Book Fair 2007

Oleh : Dikdik Andhika Ramdhan

Panggung utama di Indonesia Book Fair 2007 Jakarta convention Center mendadak menjadi pusat perhatian. Tidak seperti acara-acara sebelumnya yang sepertinya kurang diminati para pengunjung, acara yang digelar mulai pukul 16.00 WIB (19/11) di arena Pameran buku terbesar di Indonesia ini malah dipadati pengunjung. Kursi yang disediakan oleh panitia didepan panggung utama tak mencukupi mereka yang hadir saat itu. Sampai akhirnya, panitia mempersilakan pengunjung yang tidak mendapatkan kursi untuk duduk di karpet tepat didepan panggung utama. Dibagian belakang deretan kursi pengunjung juga terlihat banyak yang berdiri sejak setengah jam sebelum acara dimulai.

Luar biasa!

Hanya dua kata itu yang muncul dibenak kami.

Sesaat kemudian seorang laki-laki berpakaian rapi bernuansa hijau, lengkap sengan sebuah peci hitam yang ia kenakan memasuki panggung utama. Tepat, dialah yang ditunggu, seorang penulis muda yang hadir dengan karya-karya pembangun jiwa-nya, “Habiburrahman El Shirazy” atau yang lebih akrab disapa kang abik.

Sebuah senyuman masih sempat ia hadirkan ketika satu demi satu kata-kata pembuka acara mengawali acara Bedah Buku terbaru darinya, Ketika Cinta Bertasbih 2. Buku ini memang kelanjutan dari Ketika Cinta Bertasbih 1, sebuah karya Dwilogi yang kurang lebih satu tahun yang lalu beliau terbitkan pula.

Sebuah puisi tentang cinta membuka penuturan dari kang abik tentang bagaimana dan apa yang ada dalam Ketika cinta Bertasbih 2 ini. Puisi yang ia beri judul “Kau Mencintaiku” itu sejenak seakan meredam hiruk pikuk kemegahan di acara Indonesia Book Fair 2007 itu, semua terpana,

“Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya.
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah Menghisap luka”

“Saya tidak menyarankan puisi ini digunakan bagi yang belum halal ya …”, canda beliau.

Empat puluh lima menit acara tersebut hampir mengupas jauh apa yang ada dalam Ketika Cinta Bertasbih 2 ini. Beliau menjelaskan bahwa ada beberapa kisah yang memang sudah berakhir di KCB 1, namun ada juga beberapa kisah yang berlanjut di KCB 2 ini. Kehadiran beberapa tokoh yang juga sempat hadir di KCB 1, juga menghiasi tampilnya kembali mereka di edisi kali ini. Meskipun dengan latar yang berbeda. Kalau di KCB 1, Mesir masih menjadi pilihan kang Abik, namun di KCB 2, Indonesa kini yang menjadi latar dari cerita ini.

Kekayaan makna yang ditampilkan kang abik dalam setiap karyanya, kiranya menjadi point plus sekaligus rahasia bagi kesuksesan karya-karyanya diterima di masyarakat. Tanpa bersikap menggurui, kang abik menuturkan satu persatu ilmu tentang keagamaan dalam karya-karyanya tersebut. Para pembaca tetap bisa menikmati tanpa merasa menjadi objek yang seakan “dinasehati” oleh para penulis seperti pada umumnya.

Selesai acara, puluhan pembaca karya kang abik menyerbu ke dekat panggung utama untuk meminta tanda tangan asli dari beliau, sekaligus digunakan pula sebagai moment untuk berphoto bersama.

Dilain tempat, sebuah stand milik penerbit republika juga dijejali oleh ratusan pengunjung. Mereka berebut untuk memliki bagian kedua dari karya best seller ini. Semoga ini menjadi satu langkah kebangkitan minat baca bangsa Indonesia, serta minat ummat untuk lebih mengenal kemuliaan Islam.

Tulisan ini juga dimuat di : Kabar Indonesia

20 thoughts on “Mengintip “Ketika Cinta Bertasbih 2” dari Indonesia Book Fair 2007

  1. ridho78 mengatakan:

    sukses buat kang abik, teruslah berkarya membangun jiwa anak bangsa ini menuju kejayaan sebenarnya.

  2. ridho78 mengatakan:

    Terus berkarya kang abik untuk membangun jiwa anak bangsa. Bravo !!!

  3. Helma mengatakan:

    Ass….
    Kang abik…
    novelnya bagus bgt, saya sudah membca 2 novel kang abik ayat2 cinta, dan ketika cinta bertasbih 1, dari kedua buku itu banyak hal yang dapat aku ambil sebagai pelajaran, semoga hikmah yang besar dapat saya dapatkan setelah saya membaca novel2 itu, saat ini saya sedang menunggu2 supaya saya dapat membeli lanjutan novel kang abik “ketika cinta bertasbih 2”, mudah2an dalam waktu dekat saya bisa beli novel itu. amin, tapi sayang kemarin saya nggak bisa datang ke acara book fair yang meluncurkan novel ketika cinta bertasbih 2, jadi saya nggak dapat tandatangan kang abik, padahal saya ingin bgt hadir disana.
    semoga kang abik menulis kembali novel2 yang lebih indah dari novel2 sebelumnya…
    di tunggu ya kang abik…
    semoga kita semua di berikan rahmat dan hidaya oleh Allah SWA. amin

  4. Khusnun mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Sungguh karya yang mengagungkan novel-novel yang dibuat oleh Kang Abik. Semoga menjadi sumber inspirasi bagi setiap orang yang membacanya dan sebagai ladang dakwah bagi Kang Abik sendiri.Saya yakin bagi yang telah membaca karya Kang Abik akan bercermin bahwa kita sebagai manusia yang takkan bisa sempurna dan akan berfikir apakah kita bisa untuk nmenjadi seperti tokoh yang ada pada novel tersebut.Ayo terus berjuang di jalan Allah SWT walaupun sangat berat dan berliku-liku.Bagi Kang Abik semoga sukses dunia maupun akhirat.Terus berkarya untuk mengeluarkan buku-buku yang bermanfaat bagi kita semua.Salam kenal bagi semua yang baca tulisan ini.
    Wassalamu’alaikum.Wr.Wb

  5. Fulika mengatakan:

    Novel-novel karya kang abik sungguh membangun spiritul dalam diri. Setelah Ketika Cinta Bertasbih 2 novel yang keluar selanjutnya apa ya? Saya tunggu…

  6. rosida mengatakan:

    alhamdulillah akhirnya datang juga yang aku tunggu selama ini
    seelah membaca ketika cinta bertasbih 1
    rasanya saya tidak tahan lagi untuk menungu lebih lama lagi
    akhirnya sekarang datang juga
    tapi sepertinya untuk sekarang ini saya belum bisa menikmati buku itu karena ada suatu halangn?saya sekarang sedang sibuk mengurusi tugas akhir saya yang tinggal satu bulan lamanya untuk membuatnya. tolong dong yang punya bukunya mau pinjemin aku barang sebentar saja.
    jadi temanku ya and email aku ya
    rosidamiyu_10@yahoo.com

  7. Sunarni mengatakan:

    Ass…
    …Thx kang abik yg telah membuat novel islami,menurutku cerita KCB lebih bagus dari AAc itu cuma pendapatku lhoooo.jangan diambil hati.Karena dalam cerita Kcb tokoh utamanya,azzam lebih banyak menghadapi rintangan hidup layaknya manusia biasa,sedangkan tokoh fahri terlalu sempurna bagaikan malaikat.Kang abik,ceritain sedikit ja ttng KCb2 ke alamat emailq.thx wasalamuaikum…

  8. taufik79 mengatakan:

    salam kenal aja

  9. een bangka mengatakan:

    ass, kang abik artikelny dtmbh lg yhaaaa, biar complete, klo bsa yg ada puisiny jg
    thnks before

  10. Rio mengatakan:

    buku ketika cinta bertasbih sangat bagus dan ndak kalah dengan buku-buku karangan kang abik yang lain. saya sangat suka membacanya walaupun saya sendiri buka seorang muslim. tapi bagi saya buku ini begitu menyentuh jiwa saya

  11. vira mengatakan:

    kang abik memang penulis yang handal dan pandai memainkan emosi pembaca, apa lagi buku-bukunya begitu multifungsi selain dapat digunakan dalam media dakwah ternyata buku kang abik ini dapat digunakan untuk sarana instropeksi diri bagi para remaja. dan buku ini juga dapat mengambarkan bagai mana pola kehidupan berpacaran anak muda yang penuh dengan nafas islami

  12. suchi_ mengatakan:

    ass, welldone kang abik!!!! smua karya kang abik q sk dweh. novel mini na juga bagus…. skali2 bagi-buku gratis dunks,hehe

  13. desihanna mengatakan:

    aslm
    salam sukses buat kang abik,sungguh karya yang sangat agung, bisa memberi motivasi ketika saya terjatuh, mengisi jiwa yang haus akan doa, dan dapat menjadi panduan tentang cinta yang sesungguhnya serta bisa mengingatkan saya tentang kampung akhirat, subhanallah, terima kasih banyak buat kang abik

  14. hardi. mengatakan:

    aku sangat suka dgn novel ketika cinta bertasbih,bagi aku novel itu membuat aku merasa
    lebih berhati2 dalam menjalani hidup ini

  15. hardi. mengatakan:

    asz
    salam kenal nama saya hardi.b di papua
    saya sangat suka dgn karangan2 kang Abik
    stiap saya membacanya timbul pertanyaan mengapa ia sampai dpt melakukan novel yang begitu indah.
    dan terahir aku membaca novel ketika cinta bertasbih,jalan certa ceritanya begitu baik,hingga2 saya berciti-citi menjadi penulos novel,seperti kang Abik.

  16. ardi mengatakan:

    Bagus…terus tulis sastra rekigi yang menggugah hati

  17. T54w4b mengatakan:

    Film kcb 2 moga sesukses novelnya

  18. franky wheno mengatakan:

    sukses ja bwt kcb 2,moga2 mnjdi film yg spektakuler,,,,,,,capcus film kcb 2

  19. Dwi Sunjoyo mengatakan:

    Assalamu’alaikum….
    Sangat menyentuh….bukan hanya karya KCB saja namun semua karya2 kang Abik top bangets….Bravo!!!! di tunggu karya2nya yg lebih spektakuler…..

    Wassalam
    Dwi Sunjoyo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s