Karena ia hanya baginya…

Oleh : Dikdik Andhika Ramdhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim …

“Janganlah berharap memiliki istri seperti Fatimah Az-zahra, jika pribadi kita belum seperti Ali bin Abi Thalib RA”.

Tersenyum saya saat itu, saat pertama kali membaca ungkapan ini dalam sebuah milist beberapa waktu yang lalu. Bersadar diri akan sebuah harapan dan do’a dalam diri ini. Memang betul … Allah hanya akan menganugerahkan hamba terbaiknya bagi hamba-hamba terbaiknya pula.

Semestinya memang ungkapan ini dapat menumbuhkan semangat dalam jiwa untuk memperbaiki diri dan terus memperbaiki diri lagi, bukan malah menjadikan kita berkecil hati. Karena jujur dalam hati kita tidak akan pernah menyangkal mendambakan kehadirannya disatu waktu nanti, bersama mengarungi langkah, menyusuri hari menggapai ridha Illahi, dalam naungan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah dari mana bermulanya kita memperbaiki diri ini?.

InsyaAllah tentunya kita masih ingat sebuah hadits mengenai hati, disana disebutkan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu bagian, jika baik bagian itu baik maka baiklah pula seluruhnya, dan jika buruk bagian itu maka buruk pulalah seluruhnya. Dialah hati, bagian yang dimaksud itu.

Sepertinya hadits itu bisa kita jadikan sebagai titik tolak kita dalam memperbaiki diri. Karena memang dari sanalah semuanya bermula, segala tindak dan tingkah manusia akan sangat dipengaruhi akan keberadaannya.

Tentunya dari sini semoga menjadi pembuka ridha Allah atas apa yang kita harapkan dalam setiap do’a dan dalam setiap sujud-sujud panjang kita sehingga do’a-do’a tersebut dapat terwujud nantinya.

Menjadikan kita seorang hamba yang shaleh, hamba yang senantiasa mengharap atas ridha-Nya serta hamba yang senantiasa ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. Sehingga kelak layak bersanding dengan ia, seorang bidadari yang Allah hadirkan dari surga untuk menemani dalam kehidupan kita, seorang bidadari yang akan menemani langkah ini, yang mampu meneguhkan iman disaat futur melanda, yang mampu memberikan kesejukkan dalam jiwa, yang mampu menyeka ketika mata ini terisak mohon ampunan atas dosa-dosa, yang akan mencinta dan menghadirkan cinta tanpa melebihi kecintaan ini pada-Nya, serta yang darinya pula terlahir generasi-generasi penegak panji-panji Islam.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

Ya Allah, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S Al-Furqan:74)

Do’aku pada-Mu yaa Rabb …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s